TKI Berdampak Positif dari Pengalaman Menjadi Penganugerahan Award Inspiratif

Millenium Hotel – Jakarta Pusat, 15 Mei 2017

Indonesia dikenal dengan kategori padat penduduk, beragam budaya, suku dan ras. Keistimewaan inilah yang membuat Indonesia terkenal dan memiliki pesona lautan luas yang indah. 

Seiring dengan padatnya penduduk dan rendahnya pendidikan maka lowongan kerja pun gampang-gampang susah didapat di negeri ini. Apalagi jangkauannnya jauh dari perkotaan berdasar dipedalaman desa. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya TKI di Indonesia yang setiap tahun mengalami peningkatan imigrasi. 

TKI atau disebut dengan Tenaga Kerja Indonesia baik dalam maupun luar negeri mereka bekerja untuk mensejahterakan keluarganya. Mereka berangkat sebagai TKI dengan kepolosan dan niatan yang baik bekerja untuk mendapatkan upah berangkat dengan bermodalkan nekad. Rendahnya pendidikan menjadi makanan buat calo-calo penyalur TKI tanpa memikirkan resiko maupun ancaman. Oleh sebab itu semua PERDA harus membuat UU untuk pencegahan calo-calo ilegal maupun swasta. 

Mengerikan, kata inilah yang dikecap oleh semua TKI hampir 90% mengalami berbagai banyak rintangan. Tetapi sedikit banyak yang mengalami manis buah kepahitan penderitaan menjadi buruh di negeri orang. Hari ini, dimana TKI telah membuktikan mampu menjadi inspirasi bagi siapapun dengan diselenggarakannya “Penganugerahan Penghargaan Award TKI Ter-Inspiratif oleh Tempo” akan mendobrak sisi negatif para TKI. Tempo memilih HERO TKI yang membanggakan dan berjuang dalam bekerja. 

Penerima Award Inspiratif dari Tempo ada 8 orang TKI yang sangat menginspiratif. Berbagai cerita dan pengalaman mereka sebagai TKI yang sangat menyentuh dan memilukan hati karena begitu bertaruh nyawa demi keluarga. Hal ini betdampak dari kemiskinan ilmu dan peran serta pemerintah bagi kehidupan TKI. 
Hati tersayat sembilu apabila mendengar duka yang dialami mereka baik itu penyiksaan, pelecehan seksual, perbudakan dan perlakuan yang tidak senonoh. 

Ibu Siti Badriah menceritakan asal muasalnya menjadi seorang TKI bermula dari masalah rumah tangga yabg berujung perceraian. Keadaan ekonomi yang sudah tidak bisa teratasi membuat Ibu Siti memutuskan menjadi TKI di Arab Saudi. Disana Ibu Siti mendapatkan perlakuan layaknya seperti binatang disuruh majikannya makan dan tidur bersama anjing dalam keadaan tidak berpakaian. Sungguh ironis dan menyakitkan keadaan saat itu dimana Ibu Siti sangat membutuhkan bantuan hukum Negara Indonesia. Namun dari pengalaman tersebut Ibu Siti bisa menginspiratif berbagai TKI kuat menghadapi cobaan. Ibu Siti salah satu penerima Award Inspiratif TKI. 

Ya, TKI harus menjadi tanggungjawab negara dan negara memberikan perlindungan penuh terhadap TKI. Bapak Hanif Dakiri mengatakan bahwa “TKI harus profesional dan kreatif supaya tidak dipandang pinggiran” karena faktor terbesar seseorang menjadi TKI adalah masalah ekonomi dan masalah rumah tangga. TKI harus optimis terus berkarya dan menginspirasi bagi semua orang imigran. 

Ibu Nur Hasanah salah satu penerima Penghargaan Award Inspiratif TKI. Ibu Nur menjadi TKI di Arab Saudi yang sudah mengecam berbagai penderitaan. Tetapi seiring usaha mendapatkan pekerjaan dan majikan yang baik Ibu Nur pulang ke Indonesia sebagai sarjana lulusan universitas luar negeri. Saat ini Ibu Nur menjadi salah satu Anggota DPRD di Lombok sangat menginspiratif. 


Perwakilan KEMENLU dan KEMNAKER mengatakan bahwa mulai saat ini seorang TKI tidak boleh berangkat kerja tanpa mendahului dan memenuhi prosedural ketenaga kerjaan. Hal ini diatur dalam UU No. 29 bahwa harus lebih meningkatkan peranan pemerintah dan menurunkan peranan swasta dalam menyangkut TKI. Semakin meningkatkan perlindungan dan memfasilitasi pengaduan dari segi apapun keadaan para TKI. 


Bapak Dede Yusuf mengatakan bahwa “Pemerintah harus turun sampai ke level-level terbawah supaya tidak ada lagi calo-calo yang tidak bertanggung jawab dan Anggaran harus berimbang memfasilitasi TKI sebelum bekerja di luar Negara Indonesia”. TKI harus dibekali kempetensi dan dikarantina untuk mengembangkan wawasan mendidik serta mentraining bagaimana menangani apabila terjadi hal yang mendesak. Mengedukasi tindakan-tindakan bagaimana melaporkan dan meminta perlindungan dari kemenlu saat di negeri orang. 

Ibu Heni Suriandari salah satu penerima Penghargaan Award Inspiratif TKI. Ibu Heni menceritakan kisahnya berangkat menjadi TKI di Hongkong membuat dokumen pribadi palsu melalui calo dan mendapat kekerasan dari majikannya. Semua dokumen palsu sampai balik ke Indonesia Ibu Heni tidak diperbolehkan kembali berangkat ke Hongkong. Ibu Heni mengatakan hal yang paling mengerikan ketika meninggal di negeri orang dia akan dikirim ke alamat palsu dalam dokumen padahal dia tidak tahu menahu alamat tersebut. 

Beragam masalah dan penderitaan yang dihadapi TKI dari pemajikannya. Setelah kita mengetahui pengalaman-pengalaman TKI yang sangat tidak manusiawi sejenak kita berpikir bahwa hidup ini tergantung kita mau membawanya ke arah mana. Mencari sesuap nasi dan memenuhi kebutuhan keluarga itu tidaklah mudah. Kita harus mengorbankan diri kita supaya nanti masa depan yang cerah dapat kita raih bagi keluarga kita. Penghargaan Penganugerahan TKI Inspiratif Award Tempo 2017.
#TKIInspiratif

Iklan

4 thoughts on “TKI Berdampak Positif dari Pengalaman Menjadi Penganugerahan Award Inspiratif

  1. Selalu miris kalo denger cerita ttg tki.walopun terkesan ketika mereka pulang kampung membawa uang dengan nominal besar yg wajar saja jika dirupiahkan menjadi terlihat besar. Tapi kehidupan mereka sungguh luar biaasa penuh perjuangan… Salut 🙏

    Suka

  2. aku ska TKI yang bisa berkarya, aku punya teman tkw dia suak nulis dan di waktu senggangnya dia nulsi dan sdh banayk tulisan di koran , bahakan banyak buku antologinya, jd aku salut deh buat TKI yg bukana hanay meneysali jd TKI tapi punya karya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s