Gerakan Metode High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit 2.0 Melestarikan Hutan Paru-Paru Dunia

Indonesia sangat terkenal dengan hutan tropis terluas dan beragam hayati di dunia. Lahannya yang mendominasi hingga 70% adalah hutan, dimana puluhan juta rakyatnya bergantung pada hutan untuk menjaga kelangsungan hidup. Indonesia memiliki iklim panas dan dingin serta musim gugur dan musim semi yang mengakibatkan pesatnya pertumbuhan hutan.

Hutan merupakan rumah bagi banyak flora dan fauna yang selalu bertambah spesies baru berkembang dengan cepat. Hutan berfungsi sebagai penampung karbondioksida, modulator arus hidrologika, pelestari tanah dan merupakan aspek biosfer bumi yang paling penting menjaga kestabilan iklim dunia. Hutan tidak hanya sekedar pepohonan dan berbagai jenis isinya tetapi merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak akan pernah punah jika di lestarikan dengan baik.

Kerusakan yang paling besar terhadap hutan adalah penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, kebakaran hutan dan eksploitasi pembangunan pemukiman, industri dan perambahan. Dengan keadaan ini mari kita lestarikan dan rawat hutan demi kelangsungan hidup sumber daya alam terhadap sumber daya manusia. Oleh sebab itu, Indonesia sebagai pusat perhatian global karena hutan sebagai paru-paru dunia.

Tanpa kita sadari sampai saat ini secara tidak langsung kita sudah merusak kelestarian hutan. Sebagai contoh penebangan pohon besar-besaran untuk kebutuhan industri menghasilkan kertas, bahan bangunan, tissue dan penyelundupan pohon. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan kita tidak akan pernah lepas dari hasil olahan hutan. Banyak diantara kita masih merasa bingung dengan “Bagaimana menjaga kelestarian hutan selain melakukan penanaman hutan kembali dan pencegahan penggundulan hutan”. 

Nah, Seiring berkembangnya kemajuan teknologi kita juga harus semakin bijak dan laksana dalam bertindak. Supaya kehidupan kita selaras dan seimbang dengan produktifitas hutan dengan menggunakan sebuah sistem metodologi deforestasi (penggundulan hutan) yaitu Program HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit. 


Siapa sebenarnya HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit?

High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit merupakan sebuah terobosan bagi berbagai perusahaan, masyarakat, institusi dan praktisi teknis yang memiliki komitmen bersama untuk melindungi hutan alam sekunder yang tengah mengalami regenerasi, yang menyediakan cadangan karbon penting, habitat bagi keanekaragaman hayati dan mata pencaharian bagi masyarakat lokal. Untuk info lebih lengkapnya apa itu HCS Approach Toolkit kita bisa mengeksplore di website http://highcarbonstock.org.


Apa fungsi HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit?

High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit berfungsi sebagai sebuah metodologi global tunggal untuk menerapkan praktek ‘Non-Deforestasi’. Metodologi yang memberikan panduan teknis yang praktis dan terbukti kuat secara ilmiah, untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan alam tropis di http://highcarbonstock.org/the-hcs-approach-toolkit/.


Apakah issue HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit?

High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit merupakan terobosan baru yang telah terbukti secara ilmiah dan berstandard internasional untuk melindungi hutan alam dari deforestasi (penggundulan hutan). HCS Approach merupakan organisasi dikelola oleh HCS Steering Group yang melakukan pengawasan pengembangan metodologi HCS Approach Toolkit dibentuk pada tahun 2014 untuk mengelola HCS Approach


Kenapa harus menggunakan HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit Versi 2.0?

Saat ini telah diluncurkan HCS Approach Toolkit terbaru yaitu High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0 yang telah di aplikasikan tanggal 3 Mei 2017 di Bali merupakan pengembangan dari Toolkit versi 1.0 yang sudah digunakan pada April 2015 lalu. Versi baru yang telah disempurnakan telah dirilis meliputi penelitian ilmiah terbaru, melalui evaluasi dari percobaan lapangan, serta topik-topik baru dan masukan-masukan dari berbagai kelompok kerja HCS Approach Steering Group, HCS Study dan organisasi keanggotaan yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yang mengatur HCS Approach. 

Metodologi yang dihasilkan telah memperluas persyaratan sosialnya, pengenalan dan penerapan terhadap data cadangan karbon,yang mencakup teknologi baru termasuk penggunaan LiDAR, untuk mengoptimalisasi konservasi dan hasil produksi launching High Carbon Stock Approach Toolkit


Apakah dampak menggunakan HCS (High Carbon Stock) Approach Toolkit Versi 2.0?

Dengan telah dilengkapinya HCS Approach Toolkit Versi 2.0, HCS Steering Group saat ini dapat fokus pada uji coba metodologinya, agar dapat disesuaikan bagi para petani kecil, serta memperkuat persyaratan sosial yang dikembangkan sebagai bagian dari proses konvergensi HCS. Masyarakat terutama petani menyambut positif atas diterapkannya metodologi ini dalam membantu pekerjaan mereka dalam melestarikan hutan skala yang luas untuk mendukung hak-hak dan mata pencaharian masyarakat lokal, menjaga kadar karbon hutan dan keanekaragaman hayati serta kegiatan pengembangan terhadap lahan-lahan olahan secara bertanggung-jawab.

Setelah mengetahui keberadaan hutan Indonesia yang mengalami penggundulan dan kebakaran akibat perbuatan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab sungguh sangat miris, ironis dan memprihatinkan. Tanpa adanya hutan kehidupan kita akan sulit berkembang dan bertahan. 
Melalui HCS Approach Toolkit Versi 2.0 mari kita jaga dan lestarikan paru-paru dunia untuk meningkatkan sumber daya alam dan mensejahterakan sumber daya manusia. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s