Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia dan Indonesia adalah Negara Saya

​“SAYA INDONESIA”

“SAYA PANCASILA”


Kata-kata ini sangat gentar dan lantang saya ucapkan di hari peringatan kelahiran Pancasila ke-72 tepatnya tanggal 01 Juni 2017. Tidak terasa sebagai warga Negara Indonesia sudah 72 tahun Negara kita menjunjung tinggi nilai Persatuan dan Kesatuan ke Bhinneka Tunggal Ika.

Negara Republik Indonesia adalah Negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang memiliki prinsip dasar hukum. Pancasila sebagai salah satu dari #4Pilar negara kita mencerminkan perilaku kita sehari-hari. Hari ini Senin 05 Juni 2017 bertempat di Gedung Nusantara IV MPR RI saya bersama kurang lebih 100 netizen dan blogger akan menyaksikan dan mendengarkan bincang-bincang santai bersama Ketua MPR RI Bapak Dr. H.C. Zulkifli Hasan M.E. MM. Berkunjung ke Gedung MPR RI adalah kunjungan saya yang ke-3, tetapi kali ini sebuah kebahagiaan tak terlupakan bagi saya pribadi, pertama sekali saya bertemu secara langsung dengan beliau yang biasanya melalui televisi. Malam ini turut dihadiri oleh Sekjen MPR Bapak Ma’ruf Cahyono yang mengingatkan saya akan Indahnya Kerukunan.

Bapak Zulkifli Hasan mengatakan bahwa kita sebagai warga Indonesia harus Pancasilais yang artinya Pancasila itu cinta kasih sayang, gotong royong, kekeluargaan, kerjasama serta saling menghargai dan menghormati satu sama lain untuk menciptakan kerukunan. Apapun yang terjadi dalam Negara kita tetap kesatuan menjunjung tinggi nilai Pancasila, karena Pancasila adalah pilar dan dasar Negara kita. Apa itu Pilar?, Pilar atau tiang adalah penyangga atau tonggak Negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika

Sebagai warga NKRI kita semua sama dihadapan Pancasila dan Hukum. Kita memiliki HAM yang sama dimana demokrasi pancasila menyatakan bahwa hukum berlaku bagi siapa saja tanpa memandang siapa yang bersalah. Semuanya sudah diatur dalam UUD 1945 telah kita jalankan selama hampir 72 tahun merdeka. Bapak Zulkifli Hasan mengatakan tugas MPR adalah Melayani Rakyat dan Melayani Negara seutuhnya. 

Perbedaan membuat semua rakyat saling ego dan mengandalkan amarah. Jika kita lihat kejadian belakangan ini pemilu di Negara kita yang identik dengan Pesta Demokrasi Rakyat sekan-akan hilang essensinya dikarenakan persatuan dan kesatuan itu memudar. Kita sudah tidak bahagia lagi memilih pemimpin Negara bahkan sampai jajaran paling bawah dikarenakan ego mengakibatkan pertemanan, persaudaraan dan keluarga menjadi taruhannya.

Bapak Zulkifli menyampaikan bahwa kita harus menyebarkan berita yang benar di media sosial menyebarluaskan berita yang valid, tidak menanggapi berita dan informasi tidak penting berujung Hoax dan pertikaian. Kita harus mengingat essensi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan persatuan #4Pilar. 

 

Session kedua bincang-bincang seru oleh Bapak Ma’ruf Cahyono Sekjen MPR RI yang membukakan mainset pikiran saya melalui puisi beliau tentang apakah kita Indonesia, masihkan kita Pancasilais, apakah Keindonesiaan kita telah pudar yang saat ini kita alung-alungkan setiap minggu upacara kita selalu megucapkan Pancasila saat ini mengalami krisis kebangsaan. Semua jawabannya ada dalam hati kita dan meyakininya bagaimana kita mendukungnya dan memberikan rasa peduli terhadap sesama mengetahui bahwa Pancasila sakral.

Bapak Ma’ruf Cahyono mengingatkan kita untuk menggunakan segala media sosial dengan bijaksana dan tepat guna. Masyarakat terlalu sering menyalahkan pemerintah sedikit-sedikit protes jika tidak ditanggapi langsung mengadakan aksi demonstrasi mengakibatkan terganggunya kenyamanan pihak-pihak yang tidak terkait. Memang sejatinya pemerintah memang dipilih oleh rakyat, demi rakyat dan bekerja untuk rakyat. 

Kenapa bisa terjadi demonstrasi?, karena memilih tidak sesuai dengan hati nurani dan melihat latar belakang calon pemimpin mampu apa tidak mengayomi rakyat. Selain itu rakyat sangat mudah terprovokasi terinduksi atas informasi hoax dan tidak memiliki pemikiran serta pandangan yang luas.

Bapak Zulkifli Hasan dan Bapak Ma’Ruf Cahyono berharap dan berpesan kepada blogger dan netizen bisa saling membantu memberikan informasi positif dan berita yang benar supaya NKRI menjadi Negara yang Bhinneka Tunggal Ika damai, aman dan sejahtera. #IniBaruIndonesia

Pada saat sesi tanya jawab ada peserta acara yang menanyakan Kenapa Zaskia Gotik menjadi Duta Pancasila yang sudah jelas-jelas menghina dasar dan lambing Negara Indonesia? Para blogger dan netizen sangat antusias dan heboh mau mendengarkan tanggapan dari pengamat negara. Kasus Zaskia Gotik mencerminkan minimnya pengetahuan umum padahal di bangku sekolah pelajaran Pancasila adalah paling dasar bahkan sampai ke bangku kuliah pun mahasiswa/mahasiswi mempelajarinya. Jawaban beliau adalah sangat singkat dengan diangkatnya Zaskia menjadi seorang Duta Pancasila supaya tidak lagi bermain-main dengan Pancasila dan UUD 1945 di depan publik. 

Bincang-bincang malam ini menambah dan membuka pemikiran saya akan Negara Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 maknanya sangat penting. Masih ingat jaman masih sekolah dari SD, SMP, SMA dan sampai kuliah selalu belajar Pancasila bahkan sampai hafal akan bunyinya dan lambangnya. Tetapi belum mengetahui betul-betul makna yang sesungguhnya kita siapa dan Negara ini milik siapa. Mari kita pererat persatuan dan kesatuan keutuhan Negara Indonesia menjadi Negara yang cinta damai, kebersamaan dan dipandang baik di dunia. “SAYA PANCASILA & SAYA INDONESIA”.

#IniBaruIndonesia

#4Pilar

#PekanPancasila

Terima Kasih

Email : tika.samosir07@gmail.com

FB : Tika Samosir

IG : @tikasamosir07

Twitter : @Tika54

No Handphone : 085886386569

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s